Pada hari Sabtu, 9 Agustus 2008, saya pergi ke TMII bersama Papa, Mama, Laura dan Kelvin (adik-adik saya). Kalian tahu 'kan, TMII? TMII adalah singkatan dari Taman Mini Indonesia Indah. Kami senang sekali! Kami berangkat pagi-pagi, sekitar jam 9. Di perjalanan, saya dan adik-adik saya tertidur. Itu terjadi karena saya dan adik-adik saya bangun pagi. Saat bangun, saya sudah sampai ke TMII. Saya keluar dari mobil. Uahh.....lega sekali. Kami pun pergi ke Keong Mas Imax Theater untuk menonton film. Di perjalanan, kami melihat topeng monyet sedang beraksi. Ia menjadi tentara perang, sehabis itu monyet itu belanja ke pasar, kemudian jalan-jalan sambil membawa payung. Kocak sekali aksinya! Kami pun melanjutkan perjalanan kami. Ternyata, filmnya belum dimulai. Kami pun harus menunggu sekitar setengah jam.
Laura: Huahh...bosen ma! Kapan mulainya?
Mama : Sabar, 20 menit lagi.
Tania dan Kelvin : Eh, sini cici Laura! (Saya memangilnya Laura, tetapi Kelvin memanggilnya cici Laura.)
Laura : Ada apa?
Tania : Lihat pameran kerang ini! Lihat! Ini kan kerang yang digunakan untuk bermain congklak kan?? Katanya, di Papua dulu digunakan sebagai mata uang loh!Laura: Huahh...bosen ma! Kapan mulainya?
Mama : Sabar, 20 menit lagi.
Tania dan Kelvin : Eh, sini cici Laura! (Saya memangilnya Laura, tetapi Kelvin memanggilnya cici Laura.)
Laura : Ada apa?
Laura : Oh ya?? (sedikit heran) Mana? Laura mau melihatnya!
Kami pun melihat-lihat kerang. Rasa bosan kami pun hilang. Tak terasa, mama memanggil kami.
Mama : Anak-anak, filmnya sudah hampir dimulai! Mari masuk!
Tania, Laura dan Kelvin : Horreee!! Ayo cepat!
Kami masuk ke sebuah ruangan. Ruangannya seperti bioskop.
Kelvin : Ma, kita mau nonton apa?
Mama : "The Wild Ocean."
Laura : Ceritanya tentang apa ma?
Mama : Tentang rantai makanan, bagaimana manusia menangkap ikan beribu-ribu kilo, perjalanan ikan sarden ke selatan, serta predator-predator yang mengincar mereka.
Tak lama kemudian, filmnya dimulai. Ikan sarden memulai perjalanannya ke selatan. Banyak predator yang ingin memakannya, jadi mereka melindungi diri dengan cara bersatu dan mengikuti gerakan ikan sarden yang lain, sehingga membentuk semacam pusaran air. Para predator pun bingung. Predatornya antara lain adalah ikan hiu, lumba-lumba, serta sejenis burung (aku lupa apa namanya)
Sarden-sarden itu dilahap oleh ikan hiu. Itu masih ronde pertama! Tiba-tiba muncul penguin dan melahap beberapa sarden. Kemudian, lebih ke selatan, terjadilah perang antara lumba-lumba dan burung. Lumba-lumba dengan cepat berenang memburu ikan-ikan sarden tersebut, sedangkan burung-burung dari udara menyelam dengan sangat cepat, kecepatannya kira-kira 50 km /jam atau 50 mil/jam? Aku lupa. Belum selesai 'perang' laut dan udara, muncullah manusia dan menangkap mereka dengan jaring. Aku tertawa sedikit. Lucu sekali, memperebutkan sarden, ada yang dari air, udara, dan darat.
Kira-kira film itu berlangsung 40 menit. Setelah selesai, kami pergi ke museum iptek. Wah, banyak percobaannya! Ada percobaan tentang tsunami, katrol, bentuk benda, gaya gesek, listrik, dan cahaya. Juga ada magnet batang yang membuat tanganku kotor!
Kami kemudian makan di sebuah warung kecil. Kami memakan sop iga dan gudeg. Kemudian kami melanjutkan jalan-jalan. Kami mlihat sebuah tulisan di kejauhan, namun tidak terlihat. Laura memakai teropong hadiah ulangtahunnya.
Laura : Laura nggak tahu. Tulisannya itu...Apa bunny. Tidak kelihatan jelas. Cici nia, coba pakai!
Tania : Hmm.....Out bunny? Eh, bukan! Out bound! Ayo ke sana! (Aku meminta ayah dan ibuku.)
Ayah : Baiklah.
Kemudian kami membeli karcis tiga. Saya, Laura dan Kelvin dipakaikan helm dan pengaman. Kami melakukan berbagai rintangan. Meniti tali, berjalan di jaring, merangkak di lorong, sampai pada akhirnya, flying fox. Aku senang sekali! Kami pun pulang.
Ayah dan Ibu : Senang, anak-anak?
Tania, Laura dan Kelvin : Iya ma! Pa! Lain kali kita ke sini lagi ya!!
Mama : Oke, beres!
Tak lupa, sebelum pulang, kami membeli jam air masing-masing satu. Saya membeli jam air berwarna biru dan pink, Laura membeli jam air berwarna merah dan pink, sedangkan Kelvin membeli jam air berwarna biru. (Airnya yang berwarna). Setiap jam pasir mempunyai keunikan sendiri. Aku hanya mempunyai tangga, namun jalannya lucu! Tangganya putus-putus. Airnya jatuh, jatuh, jatuh, sampai pada akhirnya air itu pun masuk ke dalam lubang. Punya Laura memiliki roda dan tangga yang menyambung terus. Sedangkan jam air Kelvin memiliki roda dan tangga putus-putus. Sampai sekarang pun, jam air itu masih ada. Kami tak bosan-bosannya melihat air menetes berbentuk bola-bola kecil. Sambil menulis blogku yang sedang kalian baca ini pun, aku sedang memerhatikan jam airku yang unik ini! Mau punya? Datang saja ke TMII!
2 comments:
Enak ya,ke TMII?Beli jam airnya di TMII kan?Dimana?Ceritamu seru sekali sampai aku sedih dan kepengen ke sana.Predatornya kayak Anggi ya?
Kereeeeen! Tania kembamgkan blogmu yang sudah terjadi.Beritakan kepada semua orang hua...hua...
Post a Comment